Teori operant conditioning
Teori operant conditioning dimulai pada
tahun 1930-an. Burhus Fredik Skinner selama periode teori stimulus (S)- Respons
( R) untuk menyempurnakan teorinya Ivan Pavlo yang disebut “Classical
Conditioning”. Skinner setuju dengan konsepnya John Watson bahwa psikologi akan
diterima sebagai sain (science) bila studi tingkah laku (behavior) tersebut
dapat diukur, seperti ilmu fisika, teknik, dan sebagainya.
Menurut Skinner , belajar adalah proses
perubahan tingkah laku yang harus dapat diukur. Bila pembelajar (peserta didik)
berhasil belajar, maka respon bertambah, tetapi bila tidak belajar banyaknya
respon berkurang, sehingga secara formal hasil belajar harus bisa diamati dan
diukur.
last update dilihat 21 kali